Rabu, 01 Desember 2010

Ajaran Paguyuban Sumarah

Paguyuban sumarah didirikan di Yogyakarta pada tahun 1950 oleh dokter Soerono Prodjohoesodo, yang sejak itu hingga tahun 1972 menjabat ketua umumnya. Tetapi ajaran sumarah, yaitu ilmu sumarah, sudah diwahyukan pada tahun 1935 kepada R. Ng. Soekirnohartono, seorang pegawai kesultanan Yogyakarta. Pada waktu itu menurut kisahnya, bangsa Indonesia bergolah menuntut perbaikan nasib, yaitu menuntut dibentuknya suatu parlemen yang sungguh-sungguh. R. Ng. Soekirnohartono turut prihatin memikirkan nasib bangsa Indonesia.

Dengan jalan tirakat (bertarak) beliau mohon kepada Tuhan agar bangsa Indonesia selekas mungkin mendapat kemerdekaan. Pada suatu malam beliau mendapat ilham supaya menyebarkan ilmu sumarah kepada umat manusia. Mula-mula beliau menolak, akan tetapi setelah beliau mendapat penjelasan, bahwa beliau hanya akan bertindak sebagai corong belaka, diterimalah perintah ilham itu, dengan syarat “Kemerdekaan Indonesia” sebagai upahnya. Syarat tersebut disanggupkan oleh Tuhan yang Maha Esa, sekalipun baru 10 tahun kemudian “kemerdekaan” itu benar-benar diberikan kepada bangsa Indonesia. Segala pertemuan paguyuban sumarah hamper seluruhnya terdiri dari meditasi (merenung). Ada pertemuan yang diadakan bagi umum, artinya bagi anggota maupun tidak, da nada pertemuan yang melulu untuk para anggota saja. Pokok ajaran paguyuban sumarah adalah sujud, yang dikalangan ini diterangkan sebagai “persekutuan dengan Tuhan.”

Ajaran Sumarah tentang Tuhan

Bahwa Tuhan Allah itu ada, diterimanya tanpa mengadakan pembicaraan tentang Dia, Tuhan Allah disebut “Tuhan Yang Maha Esa.” Di tempat lain Tuhan juga disebut Dhat Yang Maha Esa.” Yang tepatnya di dalam manusia diwakili oleh hidup (Urip).

Ajaran tentang Manusia

Menurut sumarah, manusia terdiri dari badan wadag (jasmani), badan nafsu dan jiwa atau roh). Badan wadag (jasmani) berasal dari substansi yang berasal dari pada anasir: bumi, angina, air dan api. Jika orang meninggal dunia, badan wadagnya dikubur atau dibakar, sehingga dengan cara itu badan wadagnya tadi dikembalikan kepada asalnya. Badan wadag diperlengkapi dengan bermcam-macam alat, yaitu: panca indera, yang dikuasai oleh pemikir (kecakapan berfikir), pemikir ini hanya bersangkutan dengan segala perkara duniawi, yaitu mencakapkan orang untuk mendapatkan segala macam pengetahuan dan pengalaman hidup.

Badan nafsu berasal dari Allah dengan perantaraan iblis dan akan sikembalikan kepada asalnya juga. Ada empat nafsu, yaitu: mutma’inah, sumber segala perbuatn baik dan sumber semangat mencari Allah, Ammarah, yaitu sumber kemarahan, Suwyyah, yaitu sifat erotis dan Lawwamah, yaitu sifat mementingkan diri sendiri. Jiwa dan rohani adalah bagian ketiga dari manusia, yang berasal dari roh suci atau dari pada Allah, dan yang akan  dikembalikan kepada asalnya, jika orang dapat mati dengan sempurna.

Ajaran tentang Kelepasan


Dengan perantaraan sujud, yaitu persekutuan dengan Allah, paguyuban Sumarah berusaha untuk merobah sistem pemerintahan Kabinet parlementer itu menjadi Kabinet Presidentil. Dengan ini jiwa tidak akan hanya berfungsi symbol saja, tetapi jiwa juga akan dapat menguasai para nafsunya, sedemikian rupa, hingga para nafsu itu sebagai menteri tidak akan dapat berbuat sekehendak sendiri, tetapi akan tunduk kepada jiwa.

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More