Beberapa Teori Sosiologi

Setiap ilmu memiliki teori tersendiri. Tetapi ketidak pastian dari teori-teori itu berbeda dari satu ilmu keilmu lainnya. Derajat ketidak pastian kedalam teori-teori ilmu fisika.....

Sosiologi Sebagai Disiplin Ilmiah

Secara harfiah sosiologi berarti ilmu tentang hidup bersama atau ilmu tentang hidup bermasyarakat. Tetapi definisi ini tentu saja tidak bisa memuaskan semua orang karena luas. Lagi...

Kejawen

Paguyuban sumarah didirikan di Yogyakarta pada tahun 1950 oleh dokter Soerono Prodjohoesodo, yang sejak itu hingga tahun 1972 menjabat ketua umumnya. Tetapi ajaran sumarah, yaitu ilmu sumarah, sudah diwahyukan pada tahun 1935

Rabu, 28 Agustus 2013

CANGKIR CANTIK



Sepasang kakek dan nenek pergi belanja di sebuah toko suovenir mencari hadiah untuk cucu mereka. Setelah beberapa lama mencari, mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik.
“Lihat cangkir itu, cantik sekali,” kata si nenek kepada suaminya. “Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat,” jawab kakek.
Saat mereka hendak memegang cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara. “Terima kasih untuk perhatiannya, perlu kalian ketahui aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.
Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop! Stop! Aku berteriak, Tetapi orang itu berkata “belum!” lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang. Stop! Stop! teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Setelah itu, kejadiannya semakin buruk. la memasukkan aku ke dalam perapian. Panas! Panas! Teriakku dengan keras. Stop! Cukup! Teriakku lagi. Tapi pengrajin itu hanya berkata “belum!”
Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku. Oh ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop! Stop! Aku berteriak.
Wanita itu berkata “belum!”Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya! Tolong! Hentikan penyiksaan ini! Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku. la terus membakarku. Setelah puas “menyiksaku” kini aku dibiarkan dingin.
Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat betapa cantiknya aku sekarang.
Sahabat . . ., dalam kehidupan ini adakalanya kita seperti disuruh berlari, ada kalanya kita seperti digencet permasalahan kehidupan. Tapi sadarlah bahwa lakon-­lakon itu merupakan cara Tuhan untuk membuat kita kuat. Hingga cita-cita kita tercapai. Memang pada saat itu tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata. Tetapi inilah satu-satunya cara untuk mengubah kita supaya menjadi cantik dan memancarkan kernuliaan.
“Sahabat, apabila kamu jatuh kedalam berbagai pencobaan anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, sebab Anda tahu bahwa ujian terhadap kita menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya Anda menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.”
Apabila Anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati, karena akhir dari apa yang sedang anda hadapi adalah kenyataan bahwa anda lebih baik, sukses dan makin cantik dalam kehidupan ini.

Sumber :
Bulletin Premium

3 TIPS MENGHINDARI KEMALASAN



Rasanya banyak diantara kita yang punya “penyakit” suka  menunda-nunda pekerjaan. Penyakit ini, yang sebetulnya adalah kebiasaan, seringkali disebabkan karena kita malas mengerjakan sesuatu. Malas bangun dari tempat tidur, malas pergi olahraga, malas menyelesaikan tugas kantor, dan lainnya.

Menurut penelitian, kebiasaan malas merupakan penyakit mental yang timbul karena kita takut menghadapi konsekuensi masa depan. Yang dimaksud dengan masa depan ini bukan hanya satu atau dua tahun kedepan tetapi satu atau dua menit dari sekarang. Contohnya saja ketika Anda malas dari bangun, Anda akan berkata dalam hati: “Satu menit lagi saya akan bangun”, tetapi kenyataannya barangkali Anda akan berlama-lama di tempat tidur sampai akhirnya memang waktunya tiba untuk siap-siap pergi ke kantor.

Kebiasaan malas timbul karena kita cenderung mengaitkan masa depan dengan persepsi negatif. Anda menunda-nunda pekerjaan karena cenderung membayangkan setumpuk tugas yang harus dilakukan di kantor. Belum lagi berhubungan dengan orang-orang yang Anda tidak sukai, misalnya.

Sayangnya, menunda-nunda pekerjaan pada akhirnya akan mengundang stress karena mau tidak mau satu saat Anda harus mengerjakannya. Diwaktu yang sama Anda juga mungkin punya banyak pekerjaan lain.

Dalam beberapa hal, Anda pun mungkin akan kehilangan momen untuk berkembang ketika Anda mengatakan “tidak” terhadap sebuah kesempatan - Anda malas bertindak karena bayangan negatif tentang hal-hal yang memberatkan didepan.

Pada artikel ini saya ingin memberikan beberapa tips untuk mengatasi rasa malas. Tips ini bisa Anda praktekkan di tempat kerja ataupun lingkungan keluarga:

Ganti “Kapan Selesainya” dengan “Saya Mulai Sekarang”.
Apabila Anda dihadapkan pada satu tugas besar atau proyek, Anda sebaiknya JANGAN berpikir mengenai rumitnya tugas tersebut dan membayangkan kapan bisa diselesaikan. Sebaliknya, fokuslah pada pikiran positif dengan membagi tugas besar tersebut menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan menyelesaikannya satu demi satu.

Katakan setiap kali Anda bekerja: “Saya mulai sekarang”.
Cara pandang ini akan menghindarkan Anda dari perasaan terbebani, stress, dan kesulitan. Anda membuat sederhana tugas didepan Anda dengan bertindak positif. Fokus Anda hanya pada satu hal pada satu waktu, bukan banyak hal pada saat yang sama.

Ganti “Saya Harus” dengan “Saya Ingin”.
Berpikir bahwa Anda harus mengerjakan sesuatu secara otomatis akan mengundang perasaan terbebani dan Anda menjadi malas mengerjakannya. Anda akan mencari seribu alasan untuk menghindari tugas tersebut.

Satu tip yang bisa Anda gunakan adalah mengganti “saya harus mengerjakannya” dengan “saya ingin mengerjakannya”. Cara pikir seperti ini akan menghilangkan mental blok dengan menerima bahwa Anda tidak harus melakukan pekerjaan yang Anda tidak mau.

Anda mau mengerjakan tugas karena memang Anda ingin mengerjakannya, bukan karena paksaan pihak lain. Anda selalu punya pilihan dalam kehidupan ini. Tentunya pilihan Anda sebaiknya dibuat dengan sadar dan tidak merugikan orang lain. lntinya adalah tidak ada seorang pun di dunia ini yang memaksa Anda melakukan apa saja yang Anda tidak mau lakukan.

Anda Bukan Manusia Sempurna.
Berpikir bahwa Anda harus menyelesaikan pekerjaan sesempurna mungkin akan membawa Anda dalam kondisi mental tertekan. Akibatnya Anda mungkin akan malas memulainya. Anda harus bisa menerima bahwa Anda pun bisa berbuat salah dan tidak semua harus sempurna.

Dalam konteks pekerjaan, Anda punya kesempatan untuk melakukan perbaikan berulang kali. Anda selalu bisa negosiasi dengan boss Anda untuk meminta waktu tambahan dengan alasan yang masuk akal. Mulai pekerjaan dari hal yang kecil dan sederhana, kemudian tingkatkan seiring dengan waktu. Berpikir bahwa pekerjaan harus diselesaikan secara sempurna akan membuat Anda memandang pekerjaan tersebut dari hal yang besar dan rumit.

Saya harap tulisan ini berguna. Kemalasan merupakan sesuatu yang normal dalam hidup Anda. Karena dia normal maka dia pun bisa diatasi. Tiga tips diatas bisa menjadi awal untuk berpikir dan bertindak berbeda dari biasanya sehingga Anda tidak menyia-nyiakan kesempatan yang datang hanya karena malas mengerjakannya.

Sumber :
Bulletin PREMIUM

Minggu, 28 Juli 2013

Cara Membuat File ISO dengan Nero 7

Temanku sebangsa dan setanah air, pada kesempatan ini saya coba menulis artikel “Cara Membuat File ISO dengan Nero 7”. Mengingat sebelumnya saya punya pengalaman buruk dengan dokumen dan koleksi software saya (dalam Harddisk) yang rusak oleh virus. File Iso saya kira lebih aman dari ancaman virus, karena itu tidak ada salahnya kalau kita coba mengamankan file-file berharga kita dari ancaman virus dengan menggunakan Iso Image Files fasilitas yang tersedia dalam Nero (saya menggunakan Versi 7).

Tanpa panjang dan lebar berikut langkah-langkah yang harus dilalui : Langkah pertama buka Nero 7

Tentukan CD/DVD untuk file yang akan kita jadikan ISO. Sebagai contoh, kita pilih CD.

 Pilih Make Data CD  

Lalu akan muncul menu seperti gambar ini . . . Jangan lupa klik Add

Selanjutnya seperti ini . . .
Sebagai contoh kita akan menjadikan software CorelDRAW X5 menjadi file ISO.

Selanjutnya Klik Next 

Lalu klik Burn

Lalu pada menu ini silahkan isi File Name dan pastikan pada Save As Type pilih Iso Image Files (ISO)
Klik Save dan silahkan tunggu sampai selesai . . . Selamat mencoba dan sukses untuk Anda. Sampai Jumpa ditutorial berikutnya . . .

Kamis, 07 Juli 2011

Beberapa Teori Sosiologi

Setiap ilmu memiliki teori tersendiri. Tetapi ketidak pastian dari teori-teori itu berbeda dari satu ilmu keilmu lainnya. Derajat ketidak pastian kedalam teori-teori ilmu fisika, atau kimia biasanya lebih tinggi daripada derajat kepastian teori-teori sosial. Teori-teori dalam ilmu sosial merupakan atau cara pandang dalam meneropong kehidupan masyarakat. Sebuah teori didalam ilmu sosial bertahan, selama belum ada penjelasan lain yang mengatakan sebaliknya.

Salah satu cara untuk mengelompokkkan teori-teori sosiologi adalah seperti dianjurkan oleh George Ritzer dalam bukunya sosiologi: Ilmu pengetahuan berparadigma ganda”. Pengelompokan yang dilakukan oleh George Ritze,  didasarkan atas paradigm sosiologi. Paradigma adalah : “Pokok persoalan yang isinya dipelajari atau diselidiki oleh salah satu cabang ilmu pengetahuan”. Menurut G. Ritzer ….. di dalan sosiologi ada tiga para digma yang utama. Yakni paradigma fakta sosial, paradigma definisi sosial dan paradigma perilaku sosial. Subtansi dari ketiga paradigma itu, serta teori-teori yang bernaung di bawahnya akan diuraikan secara singkat pada bagian berikut ini.

1.      Paradigma Fakta Sosial 

     Sosiologi yang bekerja dengan paradigm fakta sosial mengakui bahwa pokok persoalan yang harus menjadi pusat perhatian dari penyelidikan sosiologi adalah fakta sosial. Fakta sosial adalah sesuatu (thing) yang berada di luar individu dan berbeda dari ide-ide, tetapi biasa mempengaruhi individu dalam tingkah laku. Masyarakat dengan system perundangannya, organisasi-organisasinya, hierarki kekuasaannya, siitem peradilan,  nilai-nilainya, dan institusi-institusi sosialnya adalah barang sesuatu atau kenyataan yang berada di luar individu namun mempengaruhi individu itu dalam tingkah laku. Secara garis besar, fakta sosial ini terdiri dari dua tipe, yakni struksi sosial (social structure) dan pranatal social (social institution). Secara terperinci  fakta sosial itu adalah kelompok-kelompok, organisasi-organisasi, sistem sosial, keluar ga, pemerintahan, institusi politik, kebiasaan, hukum, undang-undang, nilai-nilai, dan sebagainya. Ada dua teori penting yang bernaung di bawah paradigma fakta sosial, yakni teori fungsionalisme struktural dan teori konflik.

Paradigma Definisi Sosial

Paradigma ini menekankan kenyataan sosial yang subjektif. Weber sebagai pelopor dari paradigm ini mengartikan sosiologi sebagai studi atau ilmu yang berusaha menafsirkan dan memahami (interpretative understanding) tentang tindakan sosial. Bagi Weber, perbuatan manusia baru menjadi suatu tindakan sosial sepanjang tindakan itu mempunyai arti bagi dirinya dan diarahkan kepada orang lain, sebaliknya tindakan yang diarahkan kepada benda  mati bukanlah suatu memancing reaksi dari orang lain. Jadi pokok persoalan yang mesti diselidiki oleh sosiolog menurut paradigma ini adalah tindakan sosial, yakni tindakan yang penuh arti dari seorang individu.

Paradigma Perilaku sosial

      Paradigma ini menyatakan bahwa obyek studi sosiologi yang konkrit dan realitas ialah perilaku manusia yang tampak dan kemungkinan perulangannya. Paradigma ini memusatkan perhatiannya pada hubungan antara pribadi dan hubungan pribadi dengan lingkungan. Menurut paradigma ini tingkah laku seorang individu mempunyai hubungan dengn lingkungan yang mempengaruhi dia dalam bertingkah laku. Jadi ada hubungan antara perubahan tingkah laku dengan perubahan lingkungan yang dialami seorang individu.

       Perbedaannya dengan paradigma definisi sosial ialah bahwa aktor dalam paradigm definisi sosial bersifat dinamis dan kreatif karena mereka memberikan interpretasi sebelum meraka memberikan reaksi atas tindakan sosial. Sedangkan dalam paradigma perilaku sosial, aktor kurang sekali memiliki kebebasan. Tanggapan yang diberikannya lebih ditentukan oleh stimulus yang berasal dari luar dirinya. Jadi, tingkah laku manusia lebih ditentukan oleh sesuatu yang berada di luar dirinya seperti norma, nilai-nilai, atau struktur sosial. Salah satu teori yang bernaung di bawah paradigma ini ialah teori pertukaran dengan tokoh utamanya George Homans.

      Teori ini berangkat dari asumsi do ut des, saya memberi  supaya engkau memberi. Menurut Simmel, salah satu peletak dasar teori ini, semua kontak di antara manusia bertolak dari skema memebri dan mendapatkan kembali dalam jumlah yang sama. “All contaks among men rest on the scheme of giving and returning the equivalent”. Homans, pendukung utama teori ini merumuskan teori pertukaran ke dalam lima proposisi yang saling berhubungan satu sama lain.

Kesimpulan.

Dalam bab ini kita mempelajari sosiologi sebagai satu disiplin ilmiah. Sebagai satu ilmu sosiologi memiliki unsur-unsur yang menyebabkan sosiologi bisa disebut sebagai satu disiplin ilmiah. Sebagai studi ilmiah sosiologi bersifat empiris, teoritis, kumulatif dn bebas nilai. Sebagai studi ilmiah sosiologi memiliki objek tersendiri yang nampak dalam paradigma-paradigmanya dan metode-metode tersendiri dalam mengembangkan dirinya.

Jumat, 27 Mei 2011

SOSIOLOGI SEBAGAI DISIPLIN ILMIAH

A. Pengertian Sosiologi

Sosiologi berasal dari dua kata, yakni socius dari bahasa Latin yang berarti teman atau sesama dan logos dari bahasa Yunani yang berarti ilmu. Secara harfiah sosiologi berarti ilmu tentang hidup bersama atau ilmu tentang hidup bermasyarakat. Tetapi definisi ini tentu saja tidak bisa memuaskan semua orang karena luas. Lagi pula di dalam sosiologi ada banyak perspektif yang berbeda mengenai apa itu sosiologi. Guna mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang pengertian sosiologi berikut ini dikemukakan definisi-definisi sosiologi yang berasal dari beberapa sosiologi terkemuka.

    Definisi Sosiologi menurut aguste Comte

Dalam sosiologi, Aguste Comte (1789-1857) dikenal sebagai pedukung aliran positivisme. Ia berasal dari Perancis dan merupakan orang pertama yang menggunakan sebutan sosiologi untuk ilmu yang dewasa ini sebagai sosiologi.

Comte mengartikan sosiologi sebagai ilmu positif tentang masyarakat. Ia mengunakan istilah positif yang artinya sama dengan empiris. Jadi, bagi dia sosisologi adalah studi empiris tentang masyarakat. Aguste Comte berambisi untuk menjadikan sosiologi sebagai satu ilmu studi ilmiah tentang masyarakat. Ia yakin bahwa dengan studi semacam itu kita bias menjelaskan semua fenomena yang berada di dalam masyarakat,  meramalkan apa yang akan terjadi, dan bahkan bisa mengontrol masyarakat. Menurut Comte fokus dari studi sosologis tentang masyarakat ada dua, yakni strutur masyarakat yang disebutnya statika social dan proses-proses sosial di dalam masyarakat yang disebut dengan istilah dinamika social.

    Defisi Sosiologi menurut Emile Durkheim

Sebagaimana halnya Comte, Emile Durkkheim ( 1858-1917 ) adalah orang Perancis, keturunan Yahudi. Dalam sosiologi, Durkheim dikenal sebagi peletak dasar dari paradigma fakta sosial. Kalau Comte adalah orang pertama yang mengunakan istilah sosiologi, maka durkheim adalah orang pertama yang meletakan dasar yang kuat bagi sosiologi sebagai satu studi ilmiah dengan mengebangkan penelitian di dalam sosiologi. Menurut Emile Durkheim, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari fakta sosial. Fakta sosisl adalah suatu yang berada diluar individu. Durkheim perlu menyatakan hal ini secara eksplisit karena di dalam sosiologi ada juga paham yang mengatakan bahwa kenyataan social berada dalam individu yakni definisi atau interpretasi individu tersebut. Contoh-contoh dari fakta sosial itu adalah kebiasaan-kebiasaan, peraturan-peraturan, norma-norma, hukum-hukum, dan lain sebagainya. Tetapi fakta sosial yang paling besar menurut Durkheim adalah masyarakat. Dengan demikian objek studi sosiologi mencakup banyak hal, yakni apa saja yang termasuk fakta sosial.

      Selajutnya, Durkheim menjelaskan bahwa fakta sosial itu bersifat eksternal. Hal tu berarti bahwa fakta sosial adalah suatu realitas objektif yang berada di luar individu. Bahkan fakta sosial itu bisa memaksa individu bertindak sesuai dengan keinginan. Sifat yang memaksa itu tidak hanya berlaku untuk seorang individu tetapi untuk semua orang yang ada di dalam suatu masyarakat. Fakta sosial berada di luar individu. Dalam suatu masyarakat pelanggaran terhadap suatu peraturan atau ketidak patuhan terhadap suatu fakta social akan menyebabkan terjadinya hukuman cemohan bahkan pengucilan dari masyarakat.


Rabu, 01 Desember 2010

Ajaran Paguyuban Sumarah

Paguyuban sumarah didirikan di Yogyakarta pada tahun 1950 oleh dokter Soerono Prodjohoesodo, yang sejak itu hingga tahun 1972 menjabat ketua umumnya. Tetapi ajaran sumarah, yaitu ilmu sumarah, sudah diwahyukan pada tahun 1935 kepada R. Ng. Soekirnohartono, seorang pegawai kesultanan Yogyakarta. Pada waktu itu menurut kisahnya, bangsa Indonesia bergolah menuntut perbaikan nasib, yaitu menuntut dibentuknya suatu parlemen yang sungguh-sungguh. R. Ng. Soekirnohartono turut prihatin memikirkan nasib bangsa Indonesia.

Dengan jalan tirakat (bertarak) beliau mohon kepada Tuhan agar bangsa Indonesia selekas mungkin mendapat kemerdekaan. Pada suatu malam beliau mendapat ilham supaya menyebarkan ilmu sumarah kepada umat manusia. Mula-mula beliau menolak, akan tetapi setelah beliau mendapat penjelasan, bahwa beliau hanya akan bertindak sebagai corong belaka, diterimalah perintah ilham itu, dengan syarat “Kemerdekaan Indonesia” sebagai upahnya. Syarat tersebut disanggupkan oleh Tuhan yang Maha Esa, sekalipun baru 10 tahun kemudian “kemerdekaan” itu benar-benar diberikan kepada bangsa Indonesia. Segala pertemuan paguyuban sumarah hamper seluruhnya terdiri dari meditasi (merenung). Ada pertemuan yang diadakan bagi umum, artinya bagi anggota maupun tidak, da nada pertemuan yang melulu untuk para anggota saja. Pokok ajaran paguyuban sumarah adalah sujud, yang dikalangan ini diterangkan sebagai “persekutuan dengan Tuhan.”

Ajaran Sumarah tentang Tuhan

Bahwa Tuhan Allah itu ada, diterimanya tanpa mengadakan pembicaraan tentang Dia, Tuhan Allah disebut “Tuhan Yang Maha Esa.” Di tempat lain Tuhan juga disebut Dhat Yang Maha Esa.” Yang tepatnya di dalam manusia diwakili oleh hidup (Urip).

Ajaran tentang Manusia

Menurut sumarah, manusia terdiri dari badan wadag (jasmani), badan nafsu dan jiwa atau roh). Badan wadag (jasmani) berasal dari substansi yang berasal dari pada anasir: bumi, angina, air dan api. Jika orang meninggal dunia, badan wadagnya dikubur atau dibakar, sehingga dengan cara itu badan wadagnya tadi dikembalikan kepada asalnya. Badan wadag diperlengkapi dengan bermcam-macam alat, yaitu: panca indera, yang dikuasai oleh pemikir (kecakapan berfikir), pemikir ini hanya bersangkutan dengan segala perkara duniawi, yaitu mencakapkan orang untuk mendapatkan segala macam pengetahuan dan pengalaman hidup.

Badan nafsu berasal dari Allah dengan perantaraan iblis dan akan sikembalikan kepada asalnya juga. Ada empat nafsu, yaitu: mutma’inah, sumber segala perbuatn baik dan sumber semangat mencari Allah, Ammarah, yaitu sumber kemarahan, Suwyyah, yaitu sifat erotis dan Lawwamah, yaitu sifat mementingkan diri sendiri. Jiwa dan rohani adalah bagian ketiga dari manusia, yang berasal dari roh suci atau dari pada Allah, dan yang akan  dikembalikan kepada asalnya, jika orang dapat mati dengan sempurna.

Ajaran tentang Kelepasan


Dengan perantaraan sujud, yaitu persekutuan dengan Allah, paguyuban Sumarah berusaha untuk merobah sistem pemerintahan Kabinet parlementer itu menjadi Kabinet Presidentil. Dengan ini jiwa tidak akan hanya berfungsi symbol saja, tetapi jiwa juga akan dapat menguasai para nafsunya, sedemikian rupa, hingga para nafsu itu sebagai menteri tidak akan dapat berbuat sekehendak sendiri, tetapi akan tunduk kepada jiwa.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More